7 PAC dan 3 PR GP Ansor Dilantik Bersamaan

Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketua PC NU Kukar, H. Chairul Anwar, MM sedang memberikan wejangan bagi kader GP Ansor Se-Kukar yang mengikuti acara pelantikan dan Pelatihan Kepemimpinan Dasar.

Ketua PC NU Kukar, H. Chairul Anwar, MM sedang memberikan wejangan bagi kader GP Ansor Se-Kukar yang mengikuti acara pelantikan dan Pelatihan Kepemimpinan Dasar.

Sebanyak enam pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan tiga Pimpinan Ranting (PR) se-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dilantik secara bersamaan di Aula Pertemuan Gedung Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, belum lama ini (27/12).

Menurut Tusiman, Ketua Panitia, PAC yang dilantik adalah PAC Tenggarong, PAC Loa Kulu, PAC Loa Janan, PAC Kenohan, PAC Kembang Janggut dan PAC Marangkayu. Untuk PR yang dilantik adalah PR Timbau Kec. Tenggarong, PR Loa Janan Ulu Kec. Loa Janan dan PR Rempanga Kec. Loa Kulu.

Para pengurus yang hadir dilantik, kata Tusiman, sekaligus diwajibkan mengikuti PKD yang dilsakanakan selama tiga hari. “Untuk menjadi kader GP Ansor, tidak sembarangan, ada proses yang harus diikuti. Salah satunya PKD. Karena itu, para pengurus harus mengikuti PKD,” kata Tusiman.

Hadir dalam acara pelantikan dan pembukaan PKD dan Diklatsar tersebut Ketua PC NU Kukar Drs. H. Chairul Anwar, MM, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Syaparudin J. S.Sos, Wakil Ketua PW GP Ansor Kaltim Sarkowy V. Zahry yang juga pembina PC GP Ansor Kukar.

Selain itu hadir pula pembina PAC GP Ansor Tenggarong Abdul Rasyid SE serta sejumlah ulama NU, perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) dan Kepolisian Resor (Polres) Kukar.  Pada pelantikan itu, Syaparudin melantik PAC GP Ansor dan Hadi Purnomo melantik PR GP Ansor.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PC NU Kukar Chairul Anwar meminta agar kader GP Ansor se-Kukar dapat menjadi kader militan yang berdisiplin tinggi dan memegang teguh ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah. “Jadi kader Ansor jangan cengengesan. Ikuti pengkaderan dengan baik, sehingga bisa menjadi kader yang berkualitas,” kata Chairul.

Selain itu, Chairul juga mengingatkan tentang bahaya masuknya aliran sesat di Kutai Kartanegara. “Sekarang ini sudah banyak aliran sesat yang masuk, dari mana-mana. Sebagai kader NU, harus siap membendung itu. Amaliyah NU harus disemarakkan dan kader GP Ansor harus menjadi motor pelaksanannya,” kata Chairul.

Sementara Syaparudin memberikan wejangan panjang lebar kepada kader GP Ansor yang hadir saat itu. Mulai dari sejarah pembentukan hingga kiprah GP Ansor di Indonesia. Begitu juga dengan praktek ajaran ahlussunah wal jamaah yang menjadi landasan pergerakan kader GP Ansor. []

 


Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply