GP Ansor Ikut Sukseskan Haul Pangeran Noto Igomo

Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Al-Habib Abu Bakar Bin Abdul Qadir Mauladdawilah menyampaikan wejangan kepada ratusan jama'ah yang hadir.

Al-Habib Abu Bakar Bin Abdul Qadir Mauladdawilah menyampaikan wejangan kepada ratusan jama’ah yang hadir.

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menurunkan satu regu anggota yang berjumlah 13 orang untuk ikut mensukseskan pelaksanaan Haul Haul Al-Habib Muhammad Bin Ali Bin Hasan Bin Thoha Bin Yahya atau dikenal yang dikenal dengan Pangeran Noto Igomo, Minggu (26/1) lalu.

Haul Pangeran Noto Igomo yang juga dirangkai dengan haul tiga Sultan Kutai, yakni Aji Muhammad Sulaiman Chalifatul Mukminin Fibiladil Kutai, Aji Muhammad Alimuddin dan Aji Muhammad Parikesit. Sekitar 500san umat muslim dari beberapa lokasi, termasuk dari Tenggarong, datang memenuhi Kompleks Makam Kelambu Kuning yang menjadi tempat acara haul.

Para habaib memimpin pembacaan dzikir dan shalawat.

Para habaib memimpin pembacaan dzikir dan shalawat.

Satu poros jalan pun ditutup karena penuhnya jama’ah yang datang. Pasukan Banser yang dipimpin Nuralim tersebut berhasil ikut mengamankan jalannya haul, mulai dari mengarahkan parkir, menyambut kedatangan jama’ah hingga membantu perlengkapan acara. “Ketua Panitia Haul adalah Kepala Satkorcab Banser Kukar, Riduansyah yang juga Ketua Pengurus Makam Kelambu Kuning,” kata Hadi Purnomo, Ketua PC GP Ansor Kukar yang juga turut hadir beserta sejumlah pengurus.

Pada acara itu, hadir pula Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kukar H. Chairul Anwar beserta sejumlah pengurus syuriyah dan tanfidz. Acara dimulai dengan pembacaan dzikir dan shalawat, kemudian manakib atau pembacaan profil Pangeran Noto Igomo, tausiah yang dibawakan Al-Habib Abu Bakar Bin Abdul Qadir Mauladdawilah yang menjadi pimpinan Majelis Taklim An-Nur, Malang. Acara terakhir doa.

Pangeran Noto Igomo (1844-1947) beserta istri, Aji Raden Lesminingpuri

Sedangkan Habib Muhammad atau Pangeran Noto Igomo dilahirkan di Kota Masilah, Hadralmaut, Yaman Selatan pada 1844 Masehi dan silsilahnya sampai pada Nabi Muhammad SAW. Habib Muhammad adalah seorang wulaiti yang artinya kelahiran Hadhralmaut Yaman Selatan. Meskipun keluarga Habib Muhammad ada di Indonesia, ia dan kakaknya Habib Thaha bin Ali bin Yahya, dilahirkan di kota Masilah Hadhralmaut. Beliau dilahirkan 1260 H atau 1844 M.

Sedangkan ayah dari kakeknya Habib Thaha bin Muhammad bin Yahya adalah leluhur pertama kali masuk ke Nusantara. Habib Thaha belajar ilmu agama kepada ayahnya, yaitu Habib Muhammad Al-Qadhi bin Thaha bin Yahya yang seorang Qadhi di Hadhralmaut. Beliau pertama kali masuk Indonesia melalui Pulau Penang, Malaysia. Sewaktu di Penang, beliau dikenal dengan As-Sayyid Ath-Thahir. Ketika di Penang itu beliau bertemu Sultan Hamengkubuwono II (1750-1828) yang diasingkan Belanda.

Sultan juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengaji kepada beliau. Belakangan sultan menikahkan putrinya dengan Habib Thaha ini. Habib Thaha wafat di Semarang, Jawa Tengah, sedangkan Habib Ali bin Hasan bin Thaha bin Muhammad Al-Qadhi bin Thaha bin Yahya, selaku ayah Habib Muhammad itu wafat di Ar-Raidhah Hadhralmaut pada 1875 M. []


Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply