GP Ansor Kukar

Masyarakat muslim di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebenarnya didominasi oleh warga nahdliyin, hal itu diketahui dari tradisi amaliah keagamaan, baik di daerah perkotaan hingga pelosok kampung. Meski demikian, jam’iyah Gerakan Pemuda (GP) Ansor sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Kukar, baru terbentuk pada tahun 1990-an.

Ketua pertama PC GP Ansor Kukar adalah Saiful Bahri, yang sekarang menjadi pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syauqy di Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Tampuk kepemimpinan Saiful Bahri kemudian beralih kepada Suhartono BP dalam sebuah konferensi cabang pada tahun 2005.

Suhartono BP yang merupakan aktivis di lingkungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kukar saat itu ditetapkan sebagai Ketua dalam sebuah pemilihan tertutup yang dihadiri puluhan utusan pemuda nahdliyin, terutama dari Tenggarong dan Loa Janan.

Di dalam kepengurusan Suhartono BP kala itu, di antaranya adalah Abdul Kadir, Upa Permana, Tohari, Junaidi. Pada masa khitmad 2005-2008, PC GP Ansor Kukar sempat mengalami perombakan pengurus sebanyak dua kali karena adanya konflik internal.

Pada tahun 2008, Konferensi Cabang kembali dilaksanakan dan digelar di Rumah Jabatan Wakil Bupati Kukar. Pada konferensi cabang itu, dinamika pemilihan begitu kentara lantaran sebanyak 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kukar telah terbentuk semua. Beberapa nama yang sempat muncul selain Suhartono BP pada Konfercab itu adalah Abdul Kadir, Tohari dan Hadi Purnomo.

Pada pemilihan bakal calon, suara signifikan diperoleh ABdul Kadir, Tohari dan Hadi Purnomo. Pada proses selanjutnya, Hadi Purnomo mengundurkan diri. Para peserta akhirnya hanya dihadapkan dua kandidat, yakni Suhartono BP dan Abdul Kadir. Suhartono BP akhirnya terpilih kembali menjadi nakhoda GP Ansor setelah mengantongi 10 suara. Sementara rivalnya Abdul Kadir hanya mendapat 8 suara dari perwakilan PAC.

Pada masa khidmat 2008-2012, Suhartono BP sempat menggandeng Hadi Purnomo sebagai sekretaris. Beberapa pengurus di dalamnya, di antaranya adalah Pakhruddin, Tursino, Mursil Effendi, Syaiful Mukmin, David Daeng, Jemmy Suryono, Suriadi dan banyak lagi. Namun setahun kemudian, kepengurusan diterpa konflik. Ditambah lagi kondisi politik daerah yang sedang mengalami gonjang ganjing, membuat aktivitas organisasi banyak terfokus pada masalah politik.

Kritik dan tekanan untuk perubahan di tubuh GP Ansor semakin menguat dan mendorong dilakukannya perombakan. Hadi Purnomo yang semula menjadi Sekretaris, diganti oleh Sidig. Selang beberapa bulan kemudian, Suhartono memilih mundur dari posisi ketua dan digantikan Hendri Irawan, Kepala Satkorcab Banser. Hendri Irawan didampingi Sidig sebagai sekretaris.

Kepengurusan Hendri Irawan sendiri sebenarnya adalah bagian dari pada proses untuk menghantarkan ke pelaksanaan Konferensi Cabang yang saat itu tertunda. Gagal melaksanakan tugasnya, Sidig menggantikan dan mendapatkan mandat dari wilayah untuk menindaklanjuti. Namun kegagalan kembali terjadi.

Hingga akhirnya pada awal 2012, dilaksanakan musyawarah pembentukan PC GP Ansor, bukan Konfercab. Hal itu karena kepengurusan sebelumnya tidak bisa melaksanakan Konfercab. Musyawarah dihadiri sembilan PAC GP Ansor yang memiliki Surat Keputusan (SK) dari Pimpinan Wilayah yang sah dan masih berlaku. Yakni PAC Tenggarong yang ketika itu dipimpin Tusiman, PAC Loa Kulu dipimpin Suriadi, PAC Loa Janan diketahui Jumadi, PAC Muara Badak diketahui Hasyim Saad, PAC Anggana dipimpin Sulaiman, PAC Marangkayu dipimpin Idzomi, PAC Muara Muntai diketuai Ambo Dalle, PAC Sebulu dipimpin Muhammad Hasani dan PAC Kembang Janggut diwakili Sekretaris Ardian.

Dalam musyawarah yang dihadiri Sekretaris PW GP Ansor Abu Bakar Madani tersebut, Hadi Purnomo yang pada saat itu diminta hadir oleh beberapa pengurus PAC, ternyata terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC GP Ansor. Di antara yang masuk dalam kepengurusan PC GP Ansor Masa Khidmat 2012-2016 adalah Hasyim Saad selaku Sekretaris, Suriadi sekalu Wakil Ketua, Tusiman selaku Bendahara. Selain itu ada juga Sutardi, Saiful Bahri, Nur Alim, Jumari, Jaelani, Amins, Saiful Mukmin. []

 

 

Leave a Reply