GP Ansor Sebulu Akan Dirikan Ponpes

Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Berpose setelah meninjau lokasi tanah wakaf untuk Ponpes.

Berpose setelah meninjau lokasi tanah wakaf untuk Ponpes.

Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akhir Maret lalu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sebulu mengumumkan rencana pembangunan sebuah pondok pesantren (Ponpes) beraliran modern.

Rencana pembangunan tersebut disampaikan Ketua PAC GP Ansor Sebulu, Amat HS setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kutai Kartanegara, Hadi Purnomo. Menurut Amat, lahan yang akan dibangun Ponpes sudah disiapkan seluas 2,5 hektar.

“Lahan tersebut didedikasikan untuk Pondok Pesantren, yakni berupa wakaf. Sedangkan pemilik lahannya adalah H. Kurnain,” ungkap Amat HS di hadapan para jamaan peringatan Maulid yang dirangkai dengan acara dzikir, istigotsah dan tabligh akbar.

Usai acara tersebut, Amat HS bersama sejumlah pengurus PAC GP Ansor Sebulu, serta H. Kurnain yang juga Ketua Majelis Rijalul Ansor Sebulu, mengajak sejumlah tokoh dan ulama, termasuk Ketua GP Ansor Kukar Hadi Purnomo, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur Syaparuddin dan seorang pengusaha dari Samarinda H. Kasful Anwar untuk meninjau langsung lokasi tanah wakaf yang akan dibangun Ponpes.

Sejumlah tokoh yang hadir pada acara itu, menyambut baik rencana dibangunnya pondok pesantren yang rencananya akan diberinama Ma’had Al-Ansor. Hadi Purnomo mengatakan, apa yang dilakukan kader GP Ansor Sebulu adalah satu-satunya di Kutai Kartanegara, bahkan di Kaltim. Ia berharap, itu bukan saja rencana, tetapi benar-benar direalisasikan.

“Tahun 2007, kader GP Ansor Kembang Janggut juga punya rencana yang sama, menghibahkan tanah seluas lima hektar untuk pembangunan pondok pesantren. Tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ungkap Hadi Purnomo.

H Kurnain

H Kurnain

Saat itu, kata Hadi, tidak ada yang menindaklanjuti, sehingga rencana tinggal rencana. Untuk membangun Ponpes, kata Hadi, memang tidak mudah. Dimulai dari perencanaan, kalau perencanaan sudah siap dengan dituangkan ke dalam proposal dan dapat diajukan ke semua pihak untuk ikut andil pembangunannya.

“Untuk membuat proposal ini tidak mudah, kelengkapan berkasnya harus ada dan jelas. Mulai dari kejelasan tanah yang diwakafkan, badan hukum badan pengelolanya hingga perencanaan fisik, perencanaan pembelajaran, guru-guru dan sebagainya,” kata Hadi Purnomo.

Namun demikian, ia yakin rencana PAC GP Ansor Sebulu ini akan terwujud. “Saya optimis ini akan terealisasi, lagi pula Pak Syaparudin berkomitmen membantu,” kata Hadi. []


Bagikan Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply